Kremlin Bag.1
April 9th, 2006 by zabownsqyJangan pernah mengaku ke Moskow, kalau belum menginjakkan kaki di lapangan merah Kremlin! Demikian kira-kira ungkapan yang menggambarkan betapa lapangan merah dan kremlin merupakan tempat utama bagai semua orang yang datang ke Moskow.
Sepintas berlebihan, namun kalau kita menelusuri sejarah kota Moskow, maka tidak berlebihan ungkapan tersebut. Pada masa dahulu, desa Moskow adalah Kremlin dan sekitarnya hingga batas jalan lingkar utama yang kita kenal dengan Sadovaya Koltso. Di luar itu hanyalah hutan bereozka belaka. Sementara lapangan merah yang berada di sebelah timur Kremlin merupakan lapangan utama tempat upacara, perayaan, dan akivitas penting kenegaraan baik pada zaman Tsar, uni soviet, hingga masa Rusia sekarang. Karenanya, belumlah lengkap berkunjung ke Moskow jika tapak kaki kita menginjakkan kaki di lapangan merah Kremlin.
Kremlin berdiri sejak abad ke-11, tepatnya tahun 1147 oleh Yuri Dolgaruky, seorang pangeran dari Kiev. Kremlin merupakan benteng berbentuk segitiga tak beraturan di tepi sungai Moskow yang dipagari dengan kayu bereozka. Di dalam kremlin didirikan istna kediaman Raja, Tsar Kerajaan Rusia, dan gereja-gereja yang menjadi symbol pusat kepemimpinan agama bangsa Rusia, Kristen Ortodoks.
Pada masa kekuasaan Dmitry Donskoy, pagar Kremlin diganti dengan tembok besar berwrarna putih sehingga dikenal sebagai “Batu Putih”. Pembuatan tembok berlangsung tahun 1367-1368. Pemugaran dan pembangunan gedung-gedung di dalam Kremlin kemudian dilakukan antara tahun 1485-1495.
Meskipun ibukota Kerajaan Rusia berpindah ke St, Petersburg pada tahun 1712 oleh Peter I Agung, namun upacara pelantikan raja tetap dilangsungkan di dalam Kremlin di Moskow untuk mempertahankan tradisi.
Setelah partai komunis menguasai Kerajaan Rusia pada tahun 1917, ibukota kembali berpindah ke Moskow. Pusat pemerintahan dilakukan di Kremlin. Kemudian setelah Uni Sovyet runtuh, pada tahun 1992, Pemerintah Federasi Rusia menjadikan Kremlin juga sebagai kediaman Presiden.